Jumat, 28 Februari 2014

Cara Meredakan/Mengurangi Pusing/Sakit Kepala Tanpa Obat

 Cara Meredakan/Mengurangi Pusing/Sakit Kepala Tanpa Obat

Sudah puas mengutak-atik mas google mencari informasi, tips dan trik cara mengurangi sakit kepala?
Penjelasannya panjang-panjang yah, hehehe … Ini alternatif lain berdasarkan pengalaman saya, dan berhasil. Tanpa bertele-tele,Langsung aja ikuti dan praktekkan, Cara Mengatasi dan Menghilangkan Sakit Kepala / Pusing.
 
1. Jauhi dulu aktifitas yang berdekatan dengan radiasi seperti komputer, telepon dll.
2. Jauhi aktifitas yang membuat otak dan mata bekerja keras, seperti berfikir yang susah-susah, memikirkan masalah, nonton, main game, karena akan membuat otot mata dan kepala semakin tegang.
3. Guyur / Basahi kepala dengan air hangat.
4. Kerok/kerik atau pijat bagian leher belakang dan pundak dengan minyak telon/minyak sayur/balsem bukan minyak angin aromaterapi karena tidak licin, ini untuk memperlancar aliran darah dan mengendurkan otot/urat yang tegang.
5. Minum air hangat, teh atau air putih satu gelas, dan berbaring telentang/samping dengan posisi yang anda nilai nyaman,di tempat yang tidak bising,tidak sumpek dengan udara yang segar.
6. Tips Cara Meredakan/Mengurangi Pusing/Sakit Kepala Tanpa Obat selanjutnya. Segeralah, pejamkan mata, sambil ubun-ubun dipijat-pijat perlahan (bisa minta bantu keluarga), ubun-ubun bisa juga ditambah dengan tetesan minyak cap kapak agar terasa hangat (saya tidak tahu, apakah ini direkomendasikan dokter).
7.Kalau mau, Lakukan juga cetot/catut (bukan cabut) rambut di titik sakit kepala, rambut sebelumnya dikumpulkan dan dipelintir setebal 3-4 milimeter. Lalu dicetot dengan tarikan sedang dg arah/posisi 90 derajat, sampai berbunyi. Tapi, tindakan ini,mungkin juga tidak direkomendasi dokter,tapi ini sudah seperti tradisi bagi masyarakat tradisional di beberapa daerah.
8. Bawa tidur deh, mudah-mudahan sembuh, dan saya doakan sembuh yah.
9.Kalau masih tidak mempan/berhasil, baru konsumsi obat, tapi setengah dulu, kalau tidak berhasil juga baru satu pil utuh, kalau masih tidak juga, ke dokter, karena akan diberikan juga antibiotik.

JAMU

Jamu

Penjual jamu gendong dari Kabupaten Sukoharjo,Solo.
Jamu adalah sebutan untuk obat tradisional dari Indonesia. Belakangan populer dengan sebutan herba atau herbal.
Jamu dibuat dari bahan-bahan alami, berupa bagian dari tumbuhan seperti rimpang (akar-akaran), daun-daunan dan kulit batang, buah. Ada juga menggunakan bahan dari tubuh hewan, seperti empedu kambing atau tangkur buaya.
Jamu biasanya terasa pahit sehingga perlu ditambah madu sebagai pemanis agar rasanya lebih dapat ditoleransi peminumnya.
Kabupaten Sukoharjo[1] merupakan sentra penjualan jamu tradisional yang cukup dikenal di Indonesia. Kabupaten Sukoharjo merupakan salah satu kabupaten yang termasuk dalam Provinsi Jawa Tengah.
Dari banyaknya pedagang jamu tradisional di Kabupaten Sukoharjo, maka didirikanlah patung identitas Sukoharjo yaitu patung Jamu Gendong yang ada di Bulakrejo. Biasa disebut patung Jamu Gendong karena patungnya menggambarkan seorang petani dan seorang penjual jamu gendong. Daerah Sukoharjo, khususnya kecamatan Nguter, memang terkenal sebagai daerah asal penjual jamu gendong di berbagai kota besar, seperti Jakarta, Bandung, Bogor, Surabaya.
Di berbagai kota besar terdapat profesi penjual jamu gendong yang berkeliling menjajakan jamu sebagai minuman yang sehat dan menyegarkan. Selain itu jamu juga diproduksi di pabrik-pabrik jamu oleh perusahaan besar seperti Jamu Air Mancur, Nyonya Meneer atau Djamu Djago, dan dijual di berbagai toko obat dalam kemasan sachet. Jamu seperti ini harus dilarutkan dalam air panas terlebih dahulu sebelum diminum. Pada perkembangan selanjutnya jamu juga dijual dalam bentuk tablet, kaplet dan kapsul.

Penjualan jamu gendong

Penjual jamu gendong sedang menyajikan jamu.
Banyak orang yang tidak tahu, asli mana jamu tradisional itu berasal ?
Walaupun sekarang ini banyak kita temui pedagang (bakul) Jamu dimana-mana baik itu diluar Kota/Kabupaten. kadangkala banyak orang jawabannya hanya tidak tahu.
Jamu tradisional adalah jamu yang terbuat dari bahan-bahan alami. Seperti dari tumbuh-tumbuhan yang diracik menjadi serbuk jamu dan minuman jamu.
Tujuannya sebagai khasiat kesehatan dan kehangatan tubuh.
Jamu tersebut merupakan asli Kabupaten Sukoharjo. Tepatnya di desa Nguter.
"Patung Jamu dan Petani" yang didirikan di Desa Bulakrejo, sebagai icon identitas diri Kabupaten Sukoharjo.
Disanalah tempat zaman dahulu jamu itu berasal dan berjualan yang terkenal dengan sebutan "Jamu Gendong".
Penjualan jenis dan jumlah jamu gendong sangat bervariasi untuk setiap penjaja. Hal tersebut tergantung pada kebiasaan yang mereka pelajari dari pengalaman tentang jamu apa yang diminati serta pesanan yang diminta oleh pelanggan. Setiap hari jumlah dan jenis jamu yang dijajakan tidak selalu sama, tergantung kebiasaan dan kebutuhan konsumen. Setelah dilakukan pendataan[rujukan?], diperoleh informasi bahwa jenis jamu yang dijual ada delapan, yaitu beras kencur, cabe puyang, kudu laos, kunci suruh, uyup-uyup/gepyokan, kunir asam, pahitan, dan sinom. selain menyediakan jamu gendong juga menyediakan jamu bubuk atau pil dan kapsul hasil produksi industri jamu.
Gula asli gula jawa, gula pasir dan gula batu ( bentuk kristal besar menyerupai bongkahan batu ), gula asli ini merupakan keharusan bagi penjual jamu karena berhubungan degan kesehatan, ada juga penjual jamu yang nakal menggunakan pemanis buatan hal ini sebenarnya tidak boleh dan menyalahi aturan kesehatan dan menyimpang dari moto jamu yaitu untuk menyehatkan badan dan untuk menjaga kesehatan badan.
Jamu bubuk kemasan, atau bubuk jamu yang dibuat gumpalan adonan tersebut diminum dengan cara diseduh air panas dan oleh penjual jamu gendong di seduh dengan jamu beras kencur, kudu laos atau cabe puyang menurut khasiat jamu misalnya, jamu batuk tepat bila dicampur dengan jamu beras kencur, jamu pegal linu lebih tepat dicampur dengan kudu laos, bisa juga dicampur, madu, kuning telor, dan yang minuman penutup yaitu minum jamu sinom atau kunir asam dicampur dengan jeruk nipis sebagai penyegar rasa dan penghilang bau amis jika menggunakan telor.
Penjualan jamu gendong jika akan minum jamu kadang bertanya dulu oleh karena jika minum jamu dilarang memakai kombinasi dengan obat-obatan yang dari resep dokter atau obat yang dijual bebas juga dilarang meminum minuman yang mengandung soda atau juga dilarang minum minuman yang mengandung unsur doping. Jika hal ini dilanggar bisa menimbulkan keracunan bahkan bisa menimbulkan kematian bagi pelaku. Sebaiknya jika minum obat tidak minum jamu demikian juga sebaliknya jika minum jamu jangan minum obat.

Jenis jamu, khasiat, bahan baku, dan cara pengolahan

Jamu (herbal medicine) sebagai salah satu bentuk pengobatan tradisional, memegang peranan penting dalam pengobatan penduduk di negara berkembang. Diperkirakan sekitar 70-80% populasi di negara berkembang memiliki ketergantungan pada obat tradisional (Wijesekera, 1991; Mahady, 2001).
Secara umum jamu dianggap tidak beracun dan tidak menimbulkan efek samping. Khasiat jamu telah teruji oleh waktu, zaman dan sejarah, serta bukti empiris langsung pada manusia selama ratusan tahun (Winarmo, 1997).
Jamu gendong pada umumnya digunakan untuk maksud menjaga kesehatan. Orang membeli jamu gendong seringkali karena kebiasaan mengonsumsi sebagai minuman kesehatan yang dikonsumsi sehari-hari.

Jamu beras kencur

Jamu beras kencur berkhasiat dapat menghilangkan pegal-pegal pada tubuh dan sebagai tonikom atau penyegar saat habis bekerja. Dengan membiasakan minum jamu beras kencur, tubuh akan terhindar dari pegal-pegal dan linu yang biasa timbul bila bekerja terlalu payah. Selain itu, beras kencur bisa meringankan batuk dan merupakan seduhan yang tepat untuk jamu batuk.
Bahan baku
Dalam pembuatan jamu beras kencur, terdapat beberapa variasi bahan yang digunakan, namun terdapat dua bahan dasar pokok yang selalu dipakai, yaitu beras dan kencur. Kedua bahan ini sesuai dengan nama jamu, dan jamu ini selalu ada meskipun komposisinya tidak selalu sama di antara penjual jamu. Bahan-bahan lain yang biasa dicampurkan ke dalam racikan jamu beras kencur adalah biji kedawung, rimpang jahe, biji kapulogo, buah asam, kayu keningar, kunir. Sebagai pemanis digunakan gula merah dicampur gula putih.
Cara pengolahan
Pada umumnya tidak jauh berbeda, mula-mula beras disangan (disangrai), selanjutnya ditumbuk sampai halus. Bahan-bahan lain sesuai dengan komposisi racikan ditumbuk menggunakan lumpang dan alu besi atau batu. Kedua bahan ini kemudian dicampur, ditungkan air mendidih untuk mengambil sarinya diperas dan disaring dengan saringan atau diperas melalui kain pembungkus bahan. Selanjutnya dimasukkan ke dalam botol-botol atau termos.

Jamu Cabe Puyang

Jamu cabe puyang dikatakan oleh sebagian besar penjual jamu sebagai jamu 'pegal linu'. Artinya, untuk menghilangkan cikalen, pegal, dan linu-linu di tubuh, terutama pegal-pegal di pinggang. Namun, ada pula yang mengatakan untuk menghilangkan dan menghindarkan kesemutan, menghilangkan keluhan badan panas dingin atau demam. Seorang penjual mengatakan minuman ini baik diminum oleh ibu yang sedang hamil tua dan bayi yang lahir jika minum jamu cabe puyang secara teratur tiap hari bayi akan bersih dan bau tidak amis. Jamu cabe puyang banyak mengandung zat besi dan berkasiat untuk menambah butiran darah merah bagi yang kurang darah atau anemia.
Bahan baku
Bahan dasar jamu cabe puyang adalah cabe jamu dan rimpang lempuyang. Tambahan bahan baku lain dalam jamu cabe puyang sangat bervariasi, baik jenis maupun jumlahnya. Bahan lain yang ditambahkan antara lain adas, pulosari, rimpang kunir, biji kedawung, keningar dan asam kawak. Sebagai pemanis digunakan gula merah dicampur gula putih dan kadangkala mereka juga mencampurkan gula buatan serta dibubuhkan sedikit garam.
Cara pengolahan
Pada umumnya tidak jauh berbeda, yaitu pertama-tama air direbus sampai mendidih dan dibiarkan sehingga dingin, jumlahnya sesuai dengan kebutuhan. Bahan-bahan sesuai dengan komposisi racikan ditumbuk menggunakan lumpang dan alu besi atau batu. Seluruh bahan ini kemudian diperas melalui saringan ke dalam air matang yang sudah tersedia. Selanjutnya, ramuan yang diperoleh diaduk rata kemudian dimasukkan ke dalam botol-botol.

Jamu Kudu Laos

Menurut sebagian besar penjual jamu, khasiat jamu kudu laos adalah untuk menurunkan tekanan darah. Tetapi, ada pula yang mengatakan untuk melancarkan peredaran darah, menghangatkan badan, membuat perut terasa nyaman, menambah nafsu makan, melancarkan haid, dan menyegarkan badan.
Bahan baku
Bahan utama kudu laos, adalah Buah mengkudu, rimpang laos, Merica, asam kawak, cabe jamu, bawang putih, kedawung, garam secukupnya, gula jawa bisa juga ditambah gula pasir.
Cara pengolahan
Cara pengolahan pada umumnya tidak jauh berbeda antar penjual jamu yaitu pertama-tama air direbus sampai mendidih sejumlah sesuai kebutuhan. Bahan-bahan sesuai dengan komposisi racikan ditumbuk secara kasar menggunakan lumpang dan alu besi atau batu kemudian diperas dan disaring dimasukkan ke dalam air matang yang sudah dingin. Selanjutnya ditambahkan gula sampai diperoleh rasa manis sesuai selera (dicicipi). Ramuan selanjutnya dimasukkan ke dalam botol-botol dan siap untuk dijajakan.

Jamu Kunir Asam

Jamu kunir asam dikatakan oleh sebagian besar penjual jamu sebagai jamu 'adem-ademan atau seger-segeran' yang dapat diartikan sebagai jamu untuk menyegarkan tubuh atau dapat membuat tubuh menjadi dingin. Ada pula yang mengatakan bermanfaat untuk menghindarkan dari panas dalam atau sariawan, serta membuat perut menjadi dingin. Seorang penjual jamu mengatakan bahwa jamu jenis ini tidak baik dikonsumsi oleh ibu yang sedang hamil muda sehubungan dengan sifatnya yang memperlancar haid. Ada pula penjual jamu yang menganjurkan minum jamu kunir asam untuk melancarkan haid.
Bahan baku
Penggunaan bahan baku jamu kunir asam pada umumnya tidak jauh berbeda di antara pembuat. Perbedaan terlihat pada komposisi bahan penyusunnya. Jamu dibuat dengan bahan utama buah asam ditambah kunir/kunyit, namun beberapa pembuatnya ada yang mencampur dengan sinom (daun asam muda), temulawak, biji kedawung, dan air perasan buah jeruk nipis. Sebagai pemanis digunakan gula merah dicampur gula putih dan seringkali mereka juga mencampurkan gula buatan, serta dibubuhkan sedikit garam.
Cara pengolahan
Pada umumnya tidak jauh berbeda antar penjual jamu, yaitu direbus sampai mendidih dan jumlahnya sesuai kebutuhan. Bahan-bahan sesuai dengan komposisi racikan ditumbuk secara kasar menggunakan lumpang dan alu besi atau batu atau diiris tipis-tipis (kunyit), dimasukkan ke dalam air mendidih dan direbus sampai mendidih beberapa saat. Selanjutnya, ditambahkan gula sampai diperoleh rasa manis sesuai selera (dicicipi). Rebusan yang diperoleh dibiarkan sampai agak dingin, kemudian disaring dengan saringan. Rebusan yang sudah disaring dibiarkan dalam panci dan selanjutnya dimasukkan ke dalam botol-botol dan siap untuk dijajakan.

Jamu Sinom

Manfaat, bahan penyusun, serta cara pembuatan jamu sinom tidak banyak berbeda dengan jamu kunir asam. Perbedaan hanya terletak pada tambahan bahan sinom. Bahkan, beberapa penjual tidak menambahkan sinom, tetapi dengan cara mengencerkan jamu kunir asam dengan mengurangi jumlah bahan baku yang selanjutnya ditambahkan gula secukupnya.

Jamu Pahitan

Jamu pahitan dimanfaatkan untuk berbagai masalah kesehatan. Penjual jamu memberikan jawaban yang bervariasi tentang manfaat jamu ini, namun utamanya adalah untuk gatal-gatal dan kencing manis. Penjual yang lain mengatakan manfaatnya untuk 'cuci darah', kurang nafsu makan, menghilangkan bau badan, menurunkan kolesterol, perut kembung/sebah, jerawat, pegal, dan pusing.

Bahan baku

Bahan baku dasar dari jamu pahitan adalah sambiloto. Racikan pahitan sangat bervariasi, ada yang hanya terdiri dari sambiloto, tetapi ada pula yang menambahkan bahan-bahan lain yang rasanya juga pahit seperti brotowali, widoro laut, doro putih, dan babakan pule. Ada pula yang mencampurkan bahan lain seperti adas dan atau empon-empon (bahan rimpang yang dipergunakan dalam bumbu masakan). Ramuan jamu pahitan sebaiknya dicampur dengan berbagai rempah-rempah dan empon-empon, jika ramuan tidak dicampur dengan berbagai rempah-rempah dan empon-empon ada indikasi kurang baik untuk kesehatan.
Cara pengolahan Pembuatan jamu pahitan adalah dengan merebus semua bahan ke dalam air sampai air rebusan menjadi tersisa sekitar separuhnya. Cara ini dimaksudkan agar semua zat berkhasiat yang terkandung dalam bahan dapat larut ke dalam air rebusan. Sebagai hasil akhirnya, diperoleh rebusan dengan rasa sangat pahit. Khusus jamu pahitan, tidak diberikan gula atau bahan pemanis lain. Sebagai penawar rasa pahit, konsumen minum jamu gendong lain yang mempunyai rasa manis dan segar seperti sinom atau kunir asam.

Jamu Kunci Suruh

Jamu kunci suruh dimanfaatkan oleh wanita, terutama ibu-ibu untuk mengobati keluhan keputihan (fluor albus). Sedangkan manfaat lain yaitu untuk merapatkan bagian intim wanita (vagina), menghilangkan bau badan, mengecilkan rahim dan perut, serta dikatakan dapat menguatkan gigi.
Bahan baku
Bahan baku jamu ini sesuai dengan namanya, yaitu rimpang kunci dan daun sirih. Biasanya selalu ditambahkan buah asam yang masak. Beberapa penjual jamu menambahkan bahan-bahan lain yang biasa digunakan dalam ramuan jamu keputihan atau jamu sari rapat seperti buah delima, buah pinang, kunci pepet, dan majakan. Dalam penelitian ini, ditemukan bahan lain yang ditambahkan, yaitu jambe, manis jangan, kayu legi, beluntas, dan kencur. Sebagai pemanis digunakan gula pasir, gula merah, dan dibubuhkan sedikit garam.

Cara pengolahan

Cara pengolahan pada umumnya tidak jauh berbeda antar penjual jamu, yaitu air direbus sampai mendidih sesuai dengan kebutuhan. Bahan-bahan sesuai dengan komposisi racikan ditumbuk secara kasar menggunakan lumpang dan alu besi atau batu atau diiris tipis-tipis (kunyit), diperas, disaring, dan dimasukkan ke dalam air matang yang sudah didinginkan. Selanjutnya, ditambahkan gula sesuai kebutuhan, sampai diperoleh rasa manis sesuai selera dengan cara dicicipi. Ramuan selanjutnya dimasukkan ke dalam botol-botol dan siap untuk dijajakan.

Jamu Uyup-uyup/Gepyokan

Jamu uyup-uyup atau gepyokan adalah jamu yang digunakan untuk meningkatkan produksi air susu ibu pada ibu yang sedang menyusui. Hanya seorang penjual jamu yang mengatakan bahwa ada khasiat lain, yaitu untuk menghilangkan bau badan yang kurang sedap, baik pada ibu maupun anak dan 'mendinginkan' perut.
Bahan baku dan cara pengolahan Bahan baku jamu uyup-uyup sangat bervariasi antar pembuat jamu, namun pada umumnya selalu menggunakan bahan empon-empon yang terdiri dari kencur, jahe, bangle, laos, kunir, daun katu, temulawak, puyang, dan temugiring. Cara pengolahan pada umumnya tidak jauh berbeda antar penjual jamu, yaitu semua bahan dicuci bersih tanpa dikupas, selanjutnya empon-empon dirajang (diiris tipis) ditambah bahan-bahan lain dan ditumbuk kasar, lalu diperas serta disaring. Perasan dimasukkan ke dalam air matang yang sudah dingin. Selanjutnya ditambahkan gula sampai diperoleh rasa manis sesuai selera (dicicipi). Ramuan selanjutnya dimasukkan ke dalam botol-botol dan siap untuk diperjual belikan.

10 Cara Mengatasi Demam


10 Cara Mengatasi Demam

Demam adalah kondisi dimana suhu tubuh diatas normal yaitu diatas 38 derajat celcius. Demam
bukan penyakit, demam adalah gejala bahwa ada sesuatu yang sedang terjadi di dalam tubuh
kita. Batuk, muntah, diare juga bukan penyakit, melainkan gejala. Demam sengaja dibuat oleh
tubuh kita sebagai upaya membantu tubuh menyingkirkan infeksi. Pd saat terserang infeksi, maka
tentunya tubuh harus membasmi infeksi tsb.
Caranya? Dengan mengerahkan sistem imun. Pasukan komando untuk melawan infeksi adalah
sel darah putih dan dalam melaksanakan tugasnya agar efektif dan tepat sasaran, sel darah putih
tidak bisa sendirian, diperlukan dukungan banyak pihak termasuk pirogen. Pirogen adalah zat
yang menyebabkan demam, jika tubuh terserang virus zat pirogen akan bekerja dengan
menimbulkan panas yang akan membunuh virus, karena virus tidak tahan dengan suhu tinggi.
Apa yang dapat kita lakukan untuk mengatasi demam dengan benar? Berikut daftarnya.
demam

10. Kompres

Kompres adalah salah satu cara yang dapat dilakukan untuk meredakan demam. Gunakan air
hangat untuk mengkompres, letakan di dahi atau leher atau sekitar ketiak atau seluruh tubuh, jika
demamnya sangat tinggi. Jangan gunakan air dingin atau es untuk mengkompres, kompres
dengan air dingin memang membuat nyaman, alih-alih membuat suhu tubuh turun, malah
membuat semakin naik. Logikanya tubuh akan menaikan suhunya jika lingkungan diluar lebih
dingin. Berendam dengan air hangat juga dapat menurunkan demam dan tubuh akan terasa lebih
nyaman. Reseptor demam ada diseluruh tubuh, dengan berendam dalam air hangat akan
melebarkan pembuluh darah dan aliran darah bertambah lancar sehingga panas dalam tubuh
semakin cepat dibuang ke udara. Mengkompres dengan alkohol juga tidak dibenarkan, karena
dapat menimbulkan keracunan.
kompres

9. Jangan memakai pakaian berlapis-lapis
Beberapa diantara kita masih menggunakan pakaian atau selimut berlapis pada saat demam.
Demam menyebabkan badan menggigil, untuk meredakannya kita biasa menggunakan selimut
agar badan terasa nyaman, namun tindakan ini justru membuat demam tidak mau pergi. Panas
tubuh tidak dapat dibuang ke udara karena terhalang pakaian tebal atau selimut. Jika menggigil
minta bantuan orang lain untuk memijat badan agar terasa hangat. Pakailah kaos kaki agar kaki
tetap hangat, kaki yang dingin adalah sumber penyakit timbul.
jangan mengenakan pakaian atau selimut berlapis

8. Minum madu

Madu adalah obat alami untuk menurunkan demam. Madu asli memiliki daya antiseptik,
kandungan vitamin C -nya tinggi serta anti radang dan pendarahan. Madu memiliki zat yang
bekerja langsung di pusat panas. Madu juga mengandung glukosa dan fruktosa sebagai sumber
energi. Saat demam kita biasanya tidak berselera untuk makan, sehingga kita kehilangan energi,
madu adalah salah satu sumber quick energi, yang dapat kita gunakan untuk mengganti energi
yang hilang.
madu

7. Cek darah

Demam yang tak kunjung turun, ada baiknya untuk melakukan cek darah, apalagi jika sudah
enam hari tidak menunjukkan tanda-tanda akan membaik. Mungkin terdengar agak berlebihan
jika harus cek darah. Tetapi kita harus waspada dengan demam berdarah. Karena disaat musim
pancaroba seperti sekarang ini, dimana hujan turun setiap hari dan banjir melanda, wabah
demam berdarah dapat mengancam siapa saja. Demam mendadak perlu diwaspadai karena
demam berdarah mungkin penyebabnya.
cek darah

6. Makan makanan bergizi
Makan makanan bergizi pada saat demam atau sakit akan membantu meningkatkan daya tahan
tubuh. Sehingga tubuh lebih siap melawan virus atau penyebab demam sehingga demam akan
cepat turun. Pada saat demam nafsu makanpun hilang, tetapi jangan sampai tidak makan, karena
jalan menuju sembuh salah satunya mengasup makanan bergizi. Pilihlah makanan yang
gampang dicerna seperti bubur, sup atau makanan kesukaan kita.
makanan bergizi

5. Banyak makan buah

Banyak makan buah adalah salah satu cara menurunkan demam, pilihlah buah yang banyak
mengandung air seperti jeruk, apel, pir, semangka, melon, belimbing, dll. Buah mengandung
banyak vitamin dan gizi yang dapat membantu meningkatkan daya tahan tubuh, sehingga
mempercepat penyembuhan. Jika sulit menelan atau mulut terasa pahit, jus buah dapat menjadi
pilihan yang tepat untuk menggantikan cairan yang hilang.
buah

4. Pergi ke dokter

Jika demam tak kunjung turun segera periksakan ke dokter dan cari penyebabnya. Biasanya
dokter akan menanyakan riwayat kesehatan anda, usahakan jawablah dengan tepat agar dokter
dapat mengambil tindakan yang tepat. Jangan ragu pula menanyakan obat yang akan diresepkan
kepada anda, ajukan keberatan jika anda menghindari suatu obat tertentu, misalnya antibiotik.
Banyak yang menganggap antibiotik adalah obat dewa, dapat dengan cepat menyembuhkan
penyakit. Karena demam tidak semua demam akan sembuh dengan antibiotik, pemberian
antibiotik yang irasional akan memberikan dampak buruk untuk kesehatan anda. Antibiotik
hanya mengobati penyakit yang disebabkan oleh bakteri, jadi kenali penyebab demam anda
dahulu baru kemudian mengkonsumsi obat yang tepat.
pergi ke dokter

3. Minum obat penurun panas

Pemberian obat penurun panas tujuannya bukan menurunkan panas atau menyembuhkan
penyakit melainkan memberi rasa nyaman dan mengurangi rasa sakit, serta sedikit menormalkan
suhu tubuh. Pilihlah obat penurun panas yang paling aman seperti parasetamol, dan gunakan
sesuai dengan aturan. Parasetamol adalah obat penurun panas yang paling aman dengan dosis
yang tidak berlebihan. Sedangkan ibuprofen dan aspirin tidak dianjurkan karena dapat
mengakibatkan pendarahan pada lambung. Mengkonsumsi obat penurun panas yang tidak rasional tidak akan mempercepat turunnya demam, malah dapat menimbulkan efek yang tidak
baik bagi organ tubuh yang lain seperti ginjal.
parasetamol

2. Banyak tidur/istirahat

Banyak tidur dan istirahat adalah kunci agar demam cepat turun. Dengan beristirahat atau tidur
kita memberikan kesempatan kepada tubuh untuk membangun antibodinya dan melawan virus
dengan efisien. Terkadang demam membuat kita sulit tidur, usahakanlah untuk mengistirahatkan
badan dan tidur dengan baik, ciptakan suasana rumah yang tenang, agar dapat istirahat dengan
tenang. Kurangi aktifitas untuk mempercepat penyembuhan dan tinggalkan sejenak pekerjaan
agar cepat sembuh. Meskipun olahraga baik untuk kesehatan, namun berolahraga disaat demam
bukanlah pilihan yang baik, simpan energi anda untuk melawan virus serta menghindari
dehidrasi.
banyak tidur

1. Banyak minum

Banyak minum adalah obat mujarab mengatasi demam, saat demam tubuh kita akan menjadi
dehidrasi, untuk mengganti cairan tubuh yang hilang minumlah air putih sebanyak-banyaknya.
Banyak minum berfungsi untuk menghapus racun yang dihasilkan oleh sel-sel mati yang
meningkatkan kemampuan untuk melawan virus. Panas tubuh akan dikeluarkan melalui air seni
atau keringat sehingga badan terasa nyaman dan panas akan turun. Asuplah semua jenis cairan
seperti air putih, jus buah, susu, teh, madu, air kelapa hijau, kuah soup juga merupakan cairan
yang berkontribusi mempercepat menurunkan demam.
banyak minum

MANFAAT MINUM AIR

Manfaat Air Putih - Tiap hari kita tak bisa lepas dari Air putih. Ya, air putih merupakan minuman yang paling baik dan menyehatkan untuk tubuh kita. Begitu besar khasiat nya ketika minum air putih di pagi hari yang sejuk. Tapi pada kenyataannya, banyak diantara kita yang lebih menyukai minuman yang berasa manis yang banyak beredar dipasaran. Selain itu juga jarang minum dapat membuat kita terkena dehidrasi. Mungkin banyak diantara kita yang tidak mengetahui begitu besarnya manfaat air putih bagi kesehatan Anda.
Manfaat dan khasiat dari air putih maupun sebuah manfaat minum air putih memang sangat banyak yang bisa kita dapatkan untuk kesehatan dan kelancaran oksidasi pada tubuh, antara lain melancarkan sirkulasi darah, menyegarkan badan, dan masih banyak lagi. Berbagai manfaat dari air putih akan Espilen Blog sajikan lengkap di kesempatan kali ini.

Manfaat+Air+Putih


1. Membuang Racun Dalam Tubuh

Air putih dapat membantu membuang racun-racun yang ada dalam tubuh anda melalui urine yang anda keluarkan. Untuk itulah, minum air putih 2-3 liter perhari sangat dianjurkan untuk tubuh anda agar terhindar dari penyakit.

2. Mencegah Penyakit Sembelit

Selain nomor 1 diatas, air putih juga sangat membantu dalam mencegah sembelit yang sering dialami oleh setiap orang dalam kaitannya dengan buang air besar. Minumlah air putih agar masalah sembelit tidak akan anda alami lagi.

3. Mempertahankan Berat Badan

Air putih juga bermanfaat untuk menjaga berat badan anda. Ini dikarenakan air putih mampu menahan nafsu makan anda yang berlebihan. Jadi bagi anda yang yang mengalami masalah berat badan, minum air putih dapat menjadi solusi yang terbaik.

 

4. Menjadi Awet Muda

Air putih juga mampu membuat kulit kita lebih segar dan terlihat bugar setiap hari. Sehingga terlihat selalu tampak awet muda dan terhindar dari kulit kusam.

 

5. Memperbagus Tulang

Tahukah Anda? Ternyata air putih juga sangat baik untuk kesehatan tulang kita. Hal ini dikarenakan, air putih membantu untuk membuat sel-sel tulang kita yang baru.

 

6. Mencegah Penyakit Batu Ginjal

Batu ginjal sebenarnya disebabkan karena garam dan garam itu menurut teori larut dalam air. Dengan memenuhi kebutuhan air dalam tubuh, maka batu ginjal akan larut dan ikut keluar dengan air seni.

 

7. Mencegah Keriput Dini 

Salah satu faktor terjadinya penuaan atau keriput dini adalah karena kulit terlalu kering. Dengan minum air putih yang cukup, kelembaban kulit anda akan terjaga. Kelembaban tersebut dapat menjaga elastisitas kulit sehingga anda akan terhindar dari keriput dini.

8. Menjaga Mood

Wanita yang dehidrasi akan mengalami sakit kepala (pusing), kelelahan, suasana hati yang memburuk atau badmood, dan kesulitan berkonsentrasi. Maka dari itu, minum air putih sangat bermanfaat bagi Anda yang tidak ingin sering badmood.

9. Memperlancar Sistem Pencernaan

Jika kebutuhan cairan dalam tubuh Anda terpenuhi, otomatis Anda akan terhindar dari konstipasi, karena cairan dalam sebuah proses pencernaan selain membantu penyerapan nutrisi juga berfungsi untuk membentuk massa kotoran manusia.

10. Lari Menjadi Cepat dan Aman

Menurut sebuah penelitian pada tahun 2011, 14 pelari menyelesaikan 2 set putaran. Salah satu pelari minum air yang cukup selama istirahat. Satu pelari lainnya tidak minum selama istirahat. Ternyata, pelari yang minum air selama istirahat, dapat berlari lebih cepat. Selain itu, ia memiliki suhu tubuh yang lebih rendah dan jantung yang berdetak sehat.

Bagaimana, sangat banyak bukan khasiat dari minum air putih yang bisa kita rasakan? Itulah diatas beberapa Manfaat Air Putih bagi kesehatan tubuh. Semoga bermanfaat.

Selasa, 11 Februari 2014

HURUF JAWA

Aksara Jawa, dikenal juga sebagai Hanacaraka (ꦲꦤꦕꦫꦏ) dan Carakan (ꦕꦫꦏꦤ꧀),[1] adalah salah satu aksara tradisional Nusantara yang digunakan untuk menulis bahasa Jawa dan sejumlah bahasa daerah Indonesia lainnya seperti bahasa Sunda dan bahasa Sasak[2] Tulisan ini berkerabat dekat dengan aksara Bali.
Dalam sehari-hari, penggunaan aksara Jawa umum digantikan dengan huruf Latin yang pertama kali dikenalkan Belanda pada abad 19.[1] Aksara Jawa resmi dimasukkan dalam Unicode versi 5.2 sejak 2009. Meskipun begitu, kompleksitas aksara Jawa hanya dapat ditampilkan dalam program dengan teknologi SIL Graphite, seperti browser Firefox dan beberapa prosesor kata open source, sehingga penggunaannya tidak semudah huruf Latin. Kesulitan penggunaan aksara Jawa dalam media digital merupakan salah satu faktor yang menyebabkan kurang populernya aksara tersebut selain di kalangan preservasionis.

Ciri-ciri

Aksara Jawa adalah sistem tulisan Abugida yang ditulis dari kiri ke kanan. Setiap huruf pada aksara Jawa melambangkan suatu suku kata dengan vokal /a/ atau /ɔ/, yang dapat ditentukan dari posisi huruf. Aksara ditulis tanpa spasi (scriptio continua)[3], dan karena itu pembaca harus paham dengan teks bacaan untuk dapat membedakan tiap kata.
Huruf dibagi menjadi beberapa jenis berdasarkan fungsinya. Huruf dasar terdiri dari 20 konsonan yang digunakan untuk menulis bahasa Jawa modern, sementara jenis lain meliputi huruf kapital, huruf arkaik, dan huruf yang dimodifikasi. Semua jenis huruf ini memiliki bentuk subskrip yang digunakan untuk menulis tumpukan konsonan.
Kebanyakan huruf selain huruf dasar merupakan konsonan teraspirasi atau retroflex yang digunakan dalam bahasa Jawa Kuno karena pengaruh bahasa Sansekerta. Selama perkembangan bahasa dan aksara Jawa, huruf-huruf ini kehilangan representasi suara aslinya dan berubah fungsi.
Sejumlah tanda baca mengubah vokal (layaknya harakat pada abjad Arab), menambahkan konsonan akhir, dan menandakan ejaan asing[3]. Beberapa tanda baca dapat digunakan bersama-sama, namun tidak semua kombinasi diperbolehkan.
Terdapat tanda-tanda yang setara dengan koma, titik, titik dua, serta kutip, dan terdapat pula tanda membuka puisi/tembang, mengawali surat, dll[4].
Aksara Jawa memiliki digitnya senditi yang terdiri dari angka 0-9. Tujuh diantaranya memiliki bentuk yang mirip dengan aksara. Sejumlah tanda baca dapat digunakan untuk membedakan angka yang muncul dalam teks.[2]

Sejarah

Tulisan Jawa dan Bali adalah perkembangan modern aksara Kawi, salah satu turunan aksara Brahmi yang berkembang di Jawa. Pada masa periode Hindu-Buddha, aksara tersebut terutama digunakan dalam literatur keagamaan dan terjemahan Sansekerta yang biasa ditulis dalam naskah daun lontar.[2] Selama periode Hindu-Buddha, bentuk aksara Kawi berangsur-angsur menjadi lebih Jawa, namun dengan ortografi yang tetap. Pada abad 17, tulisan tersebut telah berkembang menjadi bentuk modernnya dan dikenal sebagai Carakan[5] atau hanacaraka berdasarkan lima huruf pertamanya.
Carakan terutama digunakan oleh penulis dalam lingkungan kraton kerajaan seperti Surakarta dan Yogyakarta untuk menulis naskah berbagai subjek, diantaranya cerita-cerita (serat), catatan sejarah (babad), tembang kuno (kakawin), atau ramalan (primbon). Subjek yang populer akan berkali-kali ditulis ulang.[6] Naskah umum dihias dan jarang ada yang benar-benar polos. Hiasan dapat berupa tanda baca yang sedikit dilebih-lebihkan atau pigura halaman (disebut wadana) yang rumit dan kaya warna.
Pada tahun 1926, sebuah lokakarya di Sriwedari, Surakarta menghasilkan Wewaton Sriwedari (Ketetapan Sriwedari), yang merupakan landasan awal standarisasi ortografi aksara Jawa.[7] Setelah kemerdekaan Indonesia, banyak panduan mengenai aturan dan ortografi baku aksara Jawa yang dipublikasikan, diantaranya Patokan Panoelise Temboeng Djawa oleh Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan pada 1946,[7] dan sejumlah panduan yang dibuat oleh Kongres Bahasa Jawa (KBJ) antara 1991 sampai 2006.[8][9] KBJ juga berperan dalam implementasi aksara Jawa di Unicode.
Namun dari itu, penggunaan aksara Jawa telah menurun sejak ortografi Jawa berbasis huruf latin ditemukan pada 1926,[1] dan sekarang lebih umum menggunakan huruf latin untuk menulsi bahasa Jawa. Hanya beberapa majalah dan koran yang masih mencetak dalam aksara Jawa, seperti Jaka Lodhang. Aksara Jawa masih diajarkan sebagai muatan lokal pada sekolah dasar dan sekolah menengah di provinsi yang berbahasa Jawa.

Huruf

Sebuah huruf dasar tanpa tanda baca disebut sebagai sebuah aksara (ꦲꦏ꧀ꦱꦫ​), yang merepresentasikan suku kata dengan vokal /a/ atau /ɔ/ tergantung dari posisinya.[3] Namun vokal juga tergantung dari dialek pembicara; dimana dialek Jawa Barat cenderung menggunakan /a/ sementara dialek Jawa Timur lebih cenderung menggunakan /ɔ/. Aturan baku penentuan vokal aksara dideskripsikan dalam Wewaton Sriwedari sebagai berikut:
  1. Sebuah aksara dibaca dengan vokal /ɔ/ apabila aksara sebelumnya mengandung sandhangan swara.
  2. Sebuah aksara dibaca dengan vokal /a/ apabila aksara setelahnya mengandung sandhangan swara.
  3. Aksara pertama sebuah kata umumnya dibaca dengan vokal /ɔ/, kecuali dua huruf setelahnya merupakan aksara dasar. Jika begitu, aksara tersebut dibaca dengan vokal /a/.

Konsonan

Terdapat 33 huruf dalam aksara Jawa, namun tidak semuanya digunakan. Tabel berikut menunjukkan konsonan Jawa dengan bunyi aslinya yang digunakan dalam bahasa Jawa Kuno:
Aksara wianjana (Konsonan)
Tempat pelafalan Pancawalimukha Semivokal Sibilan Celah
Bersuara Nirsuara Sengau
Guttural
Nglegena ka.png
(Ka)
Uniform height Murda ka.png
(Kha)
Nglegena ga.png
(Ga)
Uniform height Murda ga.png
(Gha)
Nglegena nga.png
(Nga)

Palatal
Nglegena ca.png
(Ca)
Uniform height Murda ca.png
(Cha) 1
Nglegena ja.png
(Ja)
Mahaprana ja.png
(Jha)
Nglegena nya.png
(Nya)
Nglegena ya.png
(Ya)
Uniform height Murda sa.png
(Śa)

Retroflex
Nglegena tha.png
(Ṭa)2
Uniform height Mahaprana tha.png
(Ṭha)
Nglegena dha.png
(Ḍa)2
Uniform height Mahaprana dha.png
(Ḍha)
Uniform height Murda na.png
(Ṇa)
Nglegena ra.png
(Ra)
Uniform height Mahaprana sa.png
(Ṣa)
Gigi
Nglegena ta.png
(Ta)
Uniform height Murda ta.png
(Tha)
Nglegena da.png
(Da)
Uniform height Murda da.png
(Dha)
Nglegena na.png
(Na)
Nglegena la.png
(La) 3
Nglegena sa.png
(Sa)
Bibir
Nglegena pa.png
(Pa)
Uniform height Murda pa.png
(Pha)
Nglegena ba.png
(Ba)
Uniform height Murda ba.png
(Bha)
Nglegena ma.png
(Ma)
Nglegena wa.png
(Wa)

Aproksiman
Nglegena ha.png
(Ha) 4
^1 Hanya ditemukan dalam bentuk pasangan.[2]
^2 Ḍa dan ṭa lebih umum ditulis dha dan tha. Penulisan ini digunakan untuk membedakan dha (ɖa) dan tha (ʈa) retroflex dalam bahasa Jawa modern dengan dha (d̪ha) dan tha (t̪ha) teraspirasi dalam bahasa Jawa kuno.
^3 Sebenarnya konsonan alveolar, namun diklasifikasikan sebagai dental (gigi).
^4 Dapat dibaca tanpa bunyi /h/.

Ortografi modern mengabaikan pelafalan asli sejumlah huruf yang kemudian dialih-fungsikan. Dari 30 huruf, 20 dipertahankan bunyi aslinya dan menjadi huruf dasar, sementara huruf lainnya dikategorikan sebagai murda dan mahaprana sebagai berikut:
Aksara wianjana (Konsonan)
Transkripsi Ha Na Ca Ra Ka Da Ta Sa Wa La Pa Dha Ja Ya Nya Ma Ga Ba Tha Nga
Nglegéna
Nglegena ha.png
Nglegena na.png
Nglegena ca.png
Nglegena ra.png
Nglegena ka.png
Nglegena da.png
Nglegena ta.png
Nglegena sa.png
Nglegena wa.png
Nglegena la.png
Nglegena pa.png
Nglegena dha.png
Nglegena ja.png
Nglegena ya.png
Nglegena nya.png
Nglegena ma.png
Nglegena ga.png
Nglegena ba.png
Nglegena tha.png
Nglegena nga.png
Murda
Uniform height Murda na.png
Uniform height Murda ca.png

Uniform height Murda ka.png
Uniform height Murda da.png
Uniform height Murda ta.png
Uniform height Murda sa.png

Uniform height Murda pa.png

Murda nya.png

Uniform height Murda ga.png
Uniform height Murda ba.png

Mahaprana
Uniform height Mahaprana sa.png

Uniform height Mahaprana dha.png
Mahaprana ja.png

Uniform height Mahaprana tha.png

  • Aksara nglegéna (ꦲꦏ꧀ꦱꦫꦔ꧀ꦊꦒꦺꦤ) adalah huruf dasar untuk menulis bahasa Jawa modern.
  • Aksara murda (ꦲꦏ꧀ꦱꦫꦩꦸꦂꦢ) atau aksara gedé digunakan seperti halnya huruf kapital dalam tulisan latin, kecuali untuk menandakan awal suatu kalimat. Murda digunakan pada huruf pertama suatu nama, umumnya nama tempat atau orang yang dihormati. Tidak semua aksara mempunyai bentuk murda, dan apabila huruf pertama suatu nama tidak memiliki bentuk murda, huruf kedua yang menggunakan murda. Apabila huruf kedua juga tidak memiliki bentuk murda, maka huruf ketiga yang menggunakan murda, begitu seterusnya. Nama yang sangat dihormati dapat ditulis seluruhnya dengan murda apabila memungkinkan.
  • Aksara mahaprana (ꦲꦏ꧀ꦱꦫꦩꦲꦥꦿꦤ) adalah huruf yang secara harfiah berarti "dibaca dengan nafas berat". Mahaprana jarang muncul dan karenanya seringkali tidak dibahas [2] dalam buku mengenai aksara Jawa.[2]

Konsonan Tambahan

Aksara Tambahan
Name Ganten Ka Sasak Ra Agung
Nga Lelet Nga Lelet Raswadi Pa Cerek

Ganten nga lelet.png
Ganten nga lelet raswadi.png
Ganten pa cerek.png
Tall margin Lain-lain ka sasak.png
Lain-lain ra agung.png
Terdapat beberapa huruf yang dalam perkembangannya dianggap sebagai konsonan. Pa cerek dan nga lelet awalnya adalah konsonan-vokalik /r̥/ dan /l̥/ (dengan nga lelet raswadi merepresentasikan /l̥/ panjang) yang muncul pada perkembangan awal aksara Jawa karena pengaruh bahasa Sansekerta. Ortografi kontemporer menggunakan keduanya sebagai huruf konsonan[2] yang bernama aksara ganten atau "aksara pengganti", yaitu huruf dengan vokal /ə/ yang menggantikan setiap kombinasi ra+pepet dan la+pepet.[10] Karena sudah memiliki vokal tetap, kedua huruf tersebut tidak dapat dipasangkan dengan tanda baca vokal. Keduanya juga memiliki bentuk pasangan. Ka sasak merupakan penulisan tradisional bunyi /qa/ yang digunakan dalam bahasa Sasak. Secara historis, ra agung digunakan oleh sejumlah penulis untuk nama orang yang dihormati, terutama anggota kerajaan.[2]
Kebanyakan bunyi yang asing dalam bahasa Jawa ditulis dengan tanda baca cecak telu diatas huruf yang bunyinya mendekati.[2][4] Huruf semacam itu disebut sebagai rekan atau rekaan, yang diklasifikan berdasarkan bahasa asalnya. Rekan paling umum berasal dari bahasa Arab dan bahasa Belanda. Terdapat pula dua jenis rekan lainnya yang digunakan untuk menulis bahasa Sunda dan kata serapan bahasa Cina.

Vokal

Aksara Swara (Vokal)

a i u é o
Pendek
Vowel akara.png
Vowel ikara.png
1
Vowel ukara.png
Vowel ekara.png
Vowel okara.png
Panjang
Vowel aakara.png
Vowel iikara.png
Vowel uukara.png
Vowel aikara.png
(ai)2
Vowel aukara.png
(au)2
^1 Dalam teks tua, Vowel ikara.pngdigunakan untuk /i/ panjang, sementara /i/ pendek menggunakan sebuah huruf yang sekarang dikenal sebagai i kawi Vowel i kawi.png
^2 Sebenarnya sebuah diftong.

Vokal murni umumnya ditulis dengan huruf ha sebagai konsonan kosong dengan tanda baca yang sesuai. Selain cara tersebut, terdapat juga huruf yang merepresentasikan vokal murni bernama aksara swara (ꦲꦏ꧀ꦱꦫ​ꦱ꧀ꦮꦫ) yang digunakan untuk menandakan sebuah nama, seperti halnya huruf murda. Sebagai contoh, kata sifat "ayu" ditulis dengan huruf ha. Namun untuk menulis seseorang yang bernama Ayu, aksara swara digunakan. Swara juga digunakan untuk mengeja kata bahasa asing. Unsur Argon semisal, ditulis dengan swara. [10][7]

Pasangan

Pasangan Wianjana
Transkripsi Ha Na Ca Ra Ka Da Ta Sa Wa La Pa Dha Ja Ya Nya Ma Ga Ba Tha Nga
Nglegena
Pasangan nglegena ha.png
Pasangan nglegena na.png
Pasangan nglegena ca.png
Pasangan nglegena ra.png
Pasangan nglegena ka.png
Pasangan nglegena da.png
Pasangan nglegena ta.png
Pasangan nglegena sa.png
Pasangan nglegena wa.png
Pasangan nglegena la.png
Pasangan nglegena pa.png
Pasangan nglegena dha.png
Pasangan nglegena ja.png
Pasangan nglegena ya.png
Pasangan nglegena nya.png
Pasangan nglegena ma.png
Pasangan nglegena ga.png
Pasangan nglegena ba.png
Pasangan nglegena tha.png
Pasangan nglegena nga.png
Murda
Pasangan murda na.png
Pasangan murda ca.png

Pasangan murda ka.png
Pasangan murda da.png
Pasangan murda ta.png
Pasangan murda sa.png

Pasangan murda pa.png

Pasangan murda nya.png

Pasangan murda ga.png
Pasangan murda ba.png

Mahaprana
Pasangan mahaprana sa.png

Pasangan mahaprana dha.png
Pasangan mahaprana ja.png

Pasangan mahaprana tha.png

Tambahan Ganten Ka Sasak Ra Agung
Nga Lelet Nga Lelet Raswadi Pa Cerek
Pasangan ganten nga lelet.png
Pasangan ganten nga lelet raswadi.png
Pasangan ganten pa cerek.png
Pasangan lain-lain ka sasak.png
Pasangan lain-lain ra agung.png
Untuk menulis suatu konsonan murni, tanda baca pangkon digunakan untuk menekan vokal huruf dasar. Namun pangkon hanya boleh dipakai di akhir kalimat, dan apabila huruf mati terjadi di tengah kalimat, huruf pasangan (ꦥꦱꦔꦤ꧀) digunakan. Pasangan adalah huruf subskrip yang menghilangkan vokal inheren aksara tempat ia terpasang. Misal, apabila huruf na dipasangkan dengan pasangan da, maka akan dibaca nda.[2]
Pasangan dapat diberi tanda baca, seperti halnya aksara dasar, dengan beberapa pengecualian pada penempatan. Tanda baca yang berada di atas dipasang pada aksara, sementara tanda baca yang berada di bawah dipasang pada pasangan. Tanda baca yang berada sebelum dan sesudah huruf dipasang segaris dengan aksara. Sebuah aksara hanya boleh dipasang dengan satu pasangan, dan pasangan dapat dipasang dengan sejumlah tanda baca. Dalam teks lama, pasangan wa dapat ditempelkan dengan pasangan lain sebagai pengecualian karena dianggap sebagai tanda baca.

Sandhangan

Sandhangan (ꦱꦤ꧀ꦝꦔꦤ꧀) adalah tanda baca (berbeda dengan tanda baca teks seperti koma atau titik) yang berfungsi untuk mengubah vokal huruf dasar, layaknya harakat pada abjad Arab. Selain itu, sandhangan juga memiliki sejumlah fungsi lain.

Vokal

Sandhangan Swara (Tanda baca vokal)

a i u é o e
Pendek
Sandangan wulu.png
wulu
Sandangan suku.png
suku
Sandangan taling.png
taling
Sandangan taling-tarung.png
taling-tarung
Sandangan pepet.png
pepet
Panjang
Sandangan tarung.png
tarung
Sandangan wulu melik.png
wulu melik
Sandangan suku mendut.png
suku mendut
Sandangan dirga mure.png
dirga muré
(ai) 1
Sandangan dirga mure-tarung.png
dirga muré-tarung
(au) 1
Sandangan pepet-tarung.png
pepet-tarung
(eu) 2
^1 Sebenarnya sebuah diftong.
^2 Digunakan dalam penulisan bahasa Sunda.

Tanda baca vokal disebut sebagai sandhangan swara (ꦱꦤ꧀ꦝꦔꦤ꧀ꦱ꧀ꦮꦫ), dan merupakan tanda baca yang paling umum. Terdapat lima sandhangan untuk bahasa Jawa modern. Tanda baca vokal tidak boleh digunakan lebih dari satu dalam sebuah aksara, dengan pengecualian tarung yang dapat digunakan dalam beberapa kombinasi terbatas, semisal taling-tarung. Terdapat pula kombinasi pepet-tarung, namun hanya digunakan dalam transkripsi bahasa Sunda. Sebuah tarung tunggal juga dapat merepresentasikan -a panjang (/aː/), namun vokal tersebut hanya digunakan dalam bahasa Jawa Kuno.[10] Tanda baca vokal dapat digunakan bersama tanda baca konsonan.
Dalam teks tertentu, wulu dan pepet hanya dibedakan dari ukurannya; wulu lebih kecil dan pepet lebih besar. Namun perbedaan ukuran ini kadang kurang kentara dalam tulisan tangan atau teks kaligrafik.

Konsonan

Sandhangan Panyigeging Wanda
(Tanda baca pengakhir)
Sandhangan Wyanja
(Tanda baca penyisip)
-m -ang -ah -ar - -r- -re- -y-
Sandangan panyangga.png
panyangga 1
Sandangan cecak.png
cecak
Sandangan wignyan.png
wignyan
Sandangan layar.png
layar
Sandangan pangkon.png
pangkon
Sandangan cakra.png
cakra 2
Sandangan keret.png
keret 3
Sandangan pengkal.png
pengkal
^1 Panyangga umumnya hanya digunakan untuk simbol suci Simbol aum.png Om.[10]
^2 Cakra mempunyai dua bentuk, ligatura dan inisial yang ditunjukkan pada contoh diatas. Bentuk kedua lebih sering digunakan
^3 Keret tidak dapat dipasangkan dengan tanda baca vokal karena telah memiliki vokal /ə/

Terdapat dua jenis tanda baca konsonan, tanda baca pengakhir (sandhangan panyigeging wanda, ꦱꦤ꧀ꦝꦔꦤ꧀ꦥꦚꦶꦒꦼꦒꦶꦁꦮꦤ꧀ꦢ), dan tanda baca penyisip (sandhangan wyanjana, ꦱꦤ꧀ꦝꦔꦤ꧀ꦮꦾꦤ꧀ꦗꦤ.[7] Panyangga, cecak, and wignyan are memiliki fungsi yang sama seperti halnya karakter Devanagari candrabindu, anusvara, dan visarga.[2] Pangkon memiliki fungsi yang sama seperti halnya virama dalam aksara Brahmi lain, yakni untuk menghilangkan vokal suatu huruf dasar untuk membentuk konsonan akhir. Namun beberapa konsonan akhir mempunyai tanda baca khusus, dimana dalam kasus tersebut pangkon tidak boleh digunakan. Misal, konsonan akhir -r ditulis dengan layar, tidak boleh dengan ra dan pangkon. Seperti halnya tanda baca vokal, tanda baca konsonan tidak boleh digunakan lebih dari satu dalam satu huruf, namun boleh digunakan bersama dengan tanda baca vokal.

Angka

Sistem angka Jawa mempunyai numeralnya sendiri, yang hanya terdiri dari angka 0–9 sebagai berikut:
Angka
1 2 3 4 5 6 7 8 9 0
Angka 1.png siji Angka 2.png loro Angka 3.png telu Angka 4.png papat Angka 5.png limo Angka 6.png enem Angka 7.png pitu Angka 8.png wolu Angka 9.png songo Angka 0.png nol
Untuk menulis angka yang lebih besar dari 9, gabungkan dua angka atau lebih diatas seperti halnya angka Arab. Misal, 21 ditulis dengan menggabungkan 2 dan 1 menjadi; ꧒꧑. Dengan cara kerja yang sama, 90 ditulis dengan ꧙꧐.[3]
Sebagian besar angka Jawa memiliki bentuk yang mirip dengan karakter silabel Jawa, yaitu 1 dengan ga, 2 dengan nga lelet, 6 dengan e, 7 dengan la, 8 dengan pa murda, dan 9 dengan ya. Untuk menghindari kerancuan, angka yang muncul dalam teks diapit dengan penanda angka yang disebut pada pangkat. Misal, "Selasa 19 Maret 2013" ditulis dengan:
ꦱꦼꦭꦱ꧇꧑꧙꧇ꦩꦉꦠ꧀꧇꧒꧐꧑꧓꧇
Terkadang, pada lungsi digunakan sebagai penanda angka,[10] dan terkadang angka Jawa sepenuhnya digantikan dengan angka Arab untuk menghindari kemiripan.

Tanda Baca

Tanda baca dapat dibedakan menjadi dua: umum dan khusus.
Primary Pada
Symbol Name Function
Pada adeg2.png
Pada adeg Tanda kurung atau petik
Pada adeg-adeg.png
Pada adeg-adeg Mengawali suatu paragraf
Pada piseleh.png dan Pada piseleh terbalik.png Pada piseleh Berfungsi seperti halnya pada adeg
Pada lingsa1.png
Pada lingsa Koma atau tanda singkatan
Pada lungsi1.png
Pada lungsi Titik
Pada pangkat1.png
Pada pangkat Tanda angka atau titik dua
Terdapat dua peraturan khusus mengenai penggunaan koma.[3]
1. Koma tidak ditulis setelah kata yang berujung pangkon.
2. Koma menjadi titik apabila tetap ditulis setelah pangkon.
Pada khusus
Symbol Name Function
Pada rerengan kiri.png dan Pada rerengan kanan.png Rerengan Mengapit judul
Pada surat luhur.png
Pada luhur Mengawali sebuah surat untuk orang yang lebih tua atau berderajat lebih tinggi
Pada surat madya.png
Pada madya Mengawali sebuah surat untuk orang yang sebaya atau berderajat sama
Pada surat andhap.png
Pada andhap Mengawali sebuah surat untuk orang yang lebih muda atau berderajat lebih rendah
Pada guru1.png
Pada guru Mengawali sebuah surat tanpa membedakan umur atau derajat
Pada pancak1.png
Pada pancak Mengakhiri suatu surat
Pada tembang purwa.png
atau
Pada tembang purwa1.png
Purwapada Mengawali sebuah tembang atau puisi
Pada tembang madya.png
Madyapada Menandakan bait baru
Pada tembang wasana.png
Wasanapada Mengakhiri tembang atau puisi.[3][4]
Pada tirta tumetes.png
Tirta tumétés Tanda koreksi yang digunakan di Yogyakarta
Pada isen-isen.png
Isèn-isèn Tanda koreksi yang digunakan di Surakarta
Pada rangkep.png
Pada rangkep Tanda penggandaan kata
Tanda baca khusus memiliki banyak varian karena sifatnya yang ornamental, dihias berdasarkan selera dan kemampuan penulis.[2]
Tirta tumétés dan Isèn-isèn adalah semacam tanda koreksi yang berguna untuk menandakan salah tulis.[10] Apabila terjadi kesalahan penulisan, bagian yang salah diberikan salah satu dari dua tanda tersebut sebanyak tiga kali. Tirta tumétés digunakan oleh penulis Yogyakarta, sementara Isèn-isèn digunakan oleh penulis Surakarta. Sebagai contoh, seorang penulis dari Yogyakarta ingin menulis pada luhur namun salah tulis menjadi pada wu..., maka akan ditulis:
ꦥꦢꦮꦸ꧞꧞꧞ꦭꦸꦲꦸꦂ
Pada wu---luhur
Penulis dari Surakarta akan menulis:
ꦥꦢꦮꦸ꧟꧟꧟ꦭꦸꦲꦸꦂ[2]
Pangrangkep menandakan kata berulang (rangkep)[10], seperti pada kata "kupu-kupu" yang ditulis menjadi "kupu2". Karakter ini pada dasarnya adalah angka Arab dua (٢), namun tidak memiliki fungsi angka dalam aksara Jawa. Karakter tersebut diproposalkan sebagai karakter independen karena sifat dwi-arah angka Arab.[2]

Urutan Huruf

Aksara Jawa umum diurutkan dengan urutan Hanacaraka sebagai berikut:
ꦲꦤꦕꦫꦏꦢꦠꦱꦮꦭꦥꦝꦗꦪꦚꦩꦒꦧꦛꦔ
Urutan tersebut membentuk sebuah puisi atau pangram 4 bait yang menceritakan tentang tokoh Aji Saka dan legenda terciptanya aksara Jawa[11]. Puisi tersebut diceritakan sebagai berikut:
Terdapat dua utusan/pembawa pesan. Yang berbeda pendapat. (Mereka berdua) sama kuatnya. Inilah mayat mereka.
Aksara Jawa juga dapat disusun dengan urutan Kaganga yang mengikuti kaidah Sansekerta Panini.[2] Urutan ini dipakai untuk mengatur aksara Jawa pada periode Hindu-Buddha, dan sekarang dipakai sebagai urutan aksara Jawa dalam Unicode. Dengan urutan ini, setiap huruf dapat mewakili bunyi unik yang digunakan dalam bahasa Jawa kuno. Urutannya sebagai berikut:
ꦏꦑꦒꦓꦔꦕꦖꦗꦙꦚꦛꦜꦝꦞꦟꦠꦡꦢꦣꦤꦥꦦꦧꦨꦩꦪꦫꦭꦮꦯꦰꦱꦲ
Kalangan neo-konservatif Jawa juga mengemukakan urutan alternatif yang dengan ciri kedua urutan diatas. Huruf disusun berdasarkan urutan hanacaraka, namun huruf murda dan mahaprana diikutsertakan beserta bunyi aslinya sebagaimana dalam urutan kaganga. Hal ini dianggap memudahkan pelafalan dan berguna untuk menulis bahasa asing. Urutannya sebagai berikut:
ha na nna ca cha ra rra ka kha
da dha ta tha sa sha ssa wa la
pa pha dha ddha ja jha ya nya jnya
ma ga gha ba bha tha ttha nga

Penggunaan diluar bahasa Jawa

Bahasa Sunda

Aksara Jawa juga dapat digunakan untuk menulis bahasa Sunda. Namun aksara dimodofikasi dan dikenal dengan nama Cacarakan. Salah satu perbedaan terlihat dari tidak digunakannya huruf dha dan tha, sehingga konsonan dasarnya hanya terdiri dari 18 huruf. Perbedaan juga terlihat dari penggunaan kombinasi tanda baca pepet-tarung untuk vokal /ɤ/,[10], penyederhanaan vokal /o/ menjadi tanda baca tunggal tolong,[10] dan bentuk huruf "nya" yang berbeda[10].

Bahasa Bali

Aksara Bali pada dasarnya hanyalah varian tipografik. Seperti Sunda, Bali juga tidak menggunakan huruf dha dan tha. Namun karakter yang tidak digunakan lagi di Jawa masih digunakan untuk menulis kata serapan Sansekerta dan Jawa Kuno.[12]
Hanacaraka gaya Jawa
Hanacaraka gaya Bali
Hanacaraka gaya Jawa Hanacaraka gaya Bali

Bahasa Indonesia dan Asing

Sebuah mall di Surakarta, Jawa Tengah.
Karena sifatnya yang fonetis, aksara Jawa dapat dipakai untuk menulis bahasa Indonesia dan kata serapan bahasa asing. Hal ini dapat dilihat pada tempat-tempat umum di wilayah berbahasa Jawa, terutama di Surakarta dan sekitarnya. Kata dari bahasa asing ditulis sebagaimana kata tersebut diucap, bukan berdasarkan pengejaannya. Sebagai contoh, "Solo Grand Mall" ditransliterasikan menjadi ꦱꦺꦴꦭꦺꦴꦒꦿꦺꦤ꧀ꦩꦭ꧀ yang secara harfiah ditransliterasikan kembali menjadi "solo gren mol".

Font

Perbandingan tampilan beberapa font Jawa
JG Aksara Jawa, oleh Jason Glavy
Sample JG Aksara Jawa.png
Tuladha Jejeg, oleh R.S. Wihananto
Sample Tuladha Jejeg.png
Aturra, oleh Aditya Bayu
Sample Aturra.png
Adjisaka, oleh Sudarto HS/Ki Demang Sokowanten
Sample Adjisaka.png
Pada tahun 2013, terdapat sejumlah font pendukung aksara Jawa yang beredar luas: Hanacaraka/Pallawa oleh Teguh Budi Sayoga,[13] Adjisaka oleh Sudarto HS/Ki Demang Sokowanten,[14] JG Aksara Jawa oleh Jason Glavy,[15] Carakan Anyar oleh Pavkar Dukunov,[16] dan Tuladha Jejeg oleh R.S. Wihananto,[17] yang berbasiskan teknologi Graphite (SIL). Font lain yang edaran terbatas termasuk Surakarta yang dibuat oleh Matthew Arciniega pada 1992 untuk screen font Mac,[18] dan Tjarakan yang dikembangkan AGFA Monotype sekitar tahun 2000.[19] Terdapat juga font berbasis symbol bernama Aturra yang dikembangkan Aditya Bayu sejak 2012-2013.[20]
Karena kompleksitas aksara Jawa, banyak font aksara Jawa menggunakan metode input non-konvensional dibanding aksara Brahmi lain, dan memiliki sejumlah masalah. Semisal, penggunaan JG Aksara Jawa dapat menimbulkan konflik dengan tulisan lain karena font tersebut menggunakan kode berbagai tulisan selain Jawa.[21]
Secara teknis, dapat dikatakan bahwa font Tuladha Jejeg adalah yang paling lengkap. Font tersebut mampu menampilkan bentuk kompleks dan mendukung semua karakter Jawa dengan basis Unicode. Hal ini dicapai dengan penggunaan teknologi teknologi Graphite (SIL). Namun karena tidak banyak tulisan yang butuh dukungan sekompleks Jawa, penggunaan terbatas pada program yang mendukung Graphite, seperti browser Firefox, dan Thunderbird email client. Font ini juga digunakan untuk tampilan aksara Jawa di Wikipedia Jawa.[10]

Unicode

Aksara Jawa resmi dimasukkan kedalam Unicode sejak Oktober, 2009, dengan dirilisnya Unicode versi 5.2. Blok Unicode aksara Jawa terletak pada kode U+A980–U+A9DF. Terdapat 91 kode yang mencakup 53 huruf, 19 tanda baca, 10 angka, dan 9 vokal. Sel abu-abu menunjukkan titik kode yang belum terpakai.
Javanese[1]
Tabel Unicode.org (PDF)
  0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 A B C D E F
U+A98x
U+A99x
U+A9Ax
U+A9Bx ꦿ
U+A9Cx
U+A9Dx



Catatan
1.^Sebagaimana dalam Unicode versi 6.1

Galeri